Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

JAKARTA (RP)- Gubernur Riau, HM Rusli Zainal SE MP menerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara kategori Pembina Ketahanan Pangan.

Penghargaan untuk keempat kalinya ini, diserahkan langsung oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/12).

Itu karena Gubernur Riau dan jajarannya dinilai memenuhi kriteria seperti terciptanya kelembagaan dan organisasi ketahanan pangan untuk mengatasi gizi buruk, rawan pangan dan pemberantasan kemiskinan.

Riau juga dinilai berhasil meningkatkan produksi beras di atas rata-rata nasional sebesar 5 persen.

Menurut Gubri Rusli Zainal, penghargaan kali ini akan jadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja khususnya dalam bidang ketahanan pangan.

Program seperti Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) dan alokasi dana untuk Unit Ekonomi Pedesaan Simpan Pinjam, akan terus dilakukan, bahkan ditingkatkan.

‘’Tahun ini alokasinya sudah mencapai Rp650 miliar dari APBD. Karena keberhasilan Riau selama ini, 2012 kita akan dapat lagi tambahan anggaran Rp130 miliar,’’ kata Gubri.

Sementara Presiden SBY mengingatkan, hingga kini krisis pangan masih perlu diwaspadai. Dengan jumlah penduduk dunia yang mencapai 7 miliar jiwa, diperkirakan pada 2045 terjadi lonjakan jumlah penghuni dunia hingga 9 miliar jiwa.

Untuk menghidupi angka ini, diperkirakan perlu tambahan produksi pangan 70 persen dari yang ada kini.

Namun masalahnya, di tengah kebutuhan pangan yang meningkat, produksi pangan sering terganggu iklim, pemanasan global dan prediksi lonjakan harga minyak yang terpengaruh krisis ekonomi dan politik.

 ‘’Kita di Indonesia harus berbuat sesuatu yang aktif dan nyata. Sudah tahu masalahnya, kalau kita pasif, itu keliru dan merugi,’’ tegas SBY.

SBY pun mengajak negara-negara lain untuk ikut bekerja sama menyelamatkan pangan dunia. Sementara di dalam negeri, masalah ketahanan pangan juga sudah jadi urusan wajib bagi Pemda selaku pemangku kebijakan di daerah.

Kebijakan yang telah dilakukan para penerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara, hendaknya kata SBY bisa jadi contoh bagi pemimpin di daerah lainnya.

‘’Karena itulah ukuran kepemimpinan yang bertanggung jawab. Soal pangan ini masalah dunia. Jadi jangan kita hanya diam sambil menggerutu, akhirnya jadi korban,’’ imbau SBY.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono menyalahkan Pemda yang dinilai tak mendukung ketahanan pangan nasional.

Masih banyaknya masalah batas wilayah, tata ruang dan masih diberikannya izin penggunaan lahan, mengakibatkan lahan pertanian berkurang. Padahal kini dibutuhkan jumlah lahan pertanian guna mengamankan stok pangan dalam negeri.

Sebenarnya kata Suswono, sudah ada Undang-Undang Perlindungan Lahan Pertanian sesuai UU Nomor 41 Tahun 2009. Namun keberadaan UU ini dinilai mandul, karena masih banyak Pemda yang justru mengeluarkan Perda yang bertentangan.

‘’Pemdanya buat surat, DPRD menyetujui. Alasannya macam-macam, tapi banyak karena faktor tata ruang yang belum selesai. Jadi kita memang terhambat untuk perluasan lahan,’’ kata Suswono.

Badan Pertanahan Nasional (BPN), lanjutnya, pernah menjanjikan lahan terlantar ke Kementan. Saat itu telah dipastikan pengalihan lahan sekitar 7,3 juta hektare. ‘’Tapi kabarnya sekarang cuma tinggal 6 juta,’’ katanya.

Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara diberi pada 61 penerima yang dibagi jadi empat kategori yaitu 7 penerima penghargaan sebagai Pelopor Ketahanan Pangan, 13 sebagai Pemberi Pelayanan Ketahanan Pangan, 25 sebagai Pengguna Teknologi Kreatif Ketahanan Pangan dan 16 dianggap sebagai Pembina Ketahanan Pangan.(afz/jpnn)