Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

 

Laporan Alfiadi, Siak Sriindrapura alfiadi@riaupos.co

Seluruh akses kabupaten/kota di Riau telah terhubung satu dengan lainnya baik itu melalui jalan, jembatan maupun roro. Pemenuhan terhadap akses ini merupakan azam dan komitmen Pemprov dalam memajukan infrastruktur.

Akses penghubung yang telah dibangun menjadikan Riau bebas dari ter isolir, terutama daerah yang berada di wilayah pesisir.

‘’Ini merupakan jalinan satu kesatuan dalam mengejar ketertinggalan,’’ kata Gubernur Riau HM Rusli Zainal di sela-sela peresmian Jembatan Sultan Abdul Jalil Rachmadysah (SAJR), Jumat (14/12) di Desa Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh.

Hadir dalam peresmian itu, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, Wakil Bupati Drs H Alfedri MSi, Sekda Drs H Amzar, Ketua DPRD Siak Zulfi Murshal SH, Bupati Bengkalis Ir Herliyan Saleh MSc, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Masrul Kasmy, Danrem 031 Wira Bima Brigjen Teguh Rahardjo, Kajati Riau Eddi Rakamto SH MH, Danlanal Dumai Kolonel Budi Purwanto, Direktur Bina
Marga Kementerian PU Harry Faza, unsur Muspida Pemprov Riau dan Kabupaten Siak.

Gubernur mengatakan, jembatan SAJR ini merupakan jembatan yang memiliki nilai strategis tak hanya bagi Siak, namun juga untuk kabupaten tetangga. Sebab akses jembatan ini memberikan kemudahan dan manfaat besar bagi masyarakat.

Adanya jembatan ini tentunya merupakan spirit baru bagi kemajuan Siak dalam peningkatan infratsruktur dan perekonomian bagi kemajuan daerah.

Setakat ini, Pemprov terus mengupayakan untuk peningkatan infrastruktur yang ada di daerah melalui sharing budget dengan kabupaten setempat.

Untuk jembatan sendiri, lanjut dia, dari catatan Pemprov Riau, sampai saat ini sudah ada sepuluh buah jembatan yang dibangun. Ada yang tinggal dua dalam proses penyelesaian, yaitu Jembatan Siak IV yang dijadwalkan 2013 selesai, serta Jembatan Pedamaran di Rokan Hilir.

Bahkan Pemprov juga telah menyiapkan rencana besar untuk membangun jembantan penghubung Dumai-Selat Melaka yang telah mendapat respons positif dari Presiden SBY dan telah disetujui Kemenhub.

Tak hanya itu, bagi daerah-daerah antar pulau sudah tersedia roro penyeberangan, sehingga memudahkan akses masyarakat ke luar. Baru-baru ini di Kepulauan Meranti sudah diresmikan pengoperasian roro yang menghubungkan Kampung Balak Meranti dengan Tanjung Buton Siak, kemudian di Bengkalis sudah berjalan, dan pada akhirnya tak ada lagi keterisoliran akses bagi kabupaten/kota.

Rangkaian dalam menghubungkan konektisivitas antar daerah memberikan spirit dalam mengejar ketertinggalan dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah tempatan.

Tinggal lagi Pemda setempat me-manage peluang ini untuk menata kemajuannya. Jalinan penghubung yang diakukan ini tentunya harus ditindaklanjuti oleh Pemda setempat untuk peningkatan akses di wiayahnya sehingga akan terjadi satu kesatuan yang terhubung satu dengan lainnya.

Hadirnya jembatan SAJR ini secara tak langsung dapat menunjang perekonomian masyarakat yang nantinya berimpikasi pada kemajuan daerah. Sebab jembatan merupakan faktor pendukung dalam kemajuan daerah khususnya Siak. Apalagi jembatan ini merupakan akses menuju kawasan industri buton.

‘’Saya minta Pak bupati manfaatkan peluang ini,’’ kata dia.

Senada, bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menambahkan, ketersediaan infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu daya saing bagi setiap daerah.

Semakin banyak ketersediaan infrastruktur yang berkualitas, maka semakin tinggi pula nilai daya saing suatu daerah, sehingga semakin besar pula peluang untuk menarik investasi ke daerah tersebut.

Jembatan ini berdiri di atas ketinggian 23 meter permukaan air sungai. Rangka baja pelengkung yang terpanjang di Indonesia tersebut dengan bentang utama (main span 250) meter setelah Jembatan Rumpiang di Kalimantan Selatan (dengan main span hanya 200 meter) telah selesai dibangun.

Kemudian di sisi kiri dan kanan bentang utama ujung dan pangkal masing-masing berjarak 90 meter.

‘’Ini sudah kita lakukan pengujian, dan sudah tepat perhitungannya,’’ kata Kadis PU Ir Irving Kahar MEng.

Menurut dia, jembatan ini di desain dengan konstruksi baja, di mana memiliki bobot ketahanan sebesar 400 ton, dengan beban tonase 8 Muatan Sumbu Terberat (MST)

Jembatan ini, kata dia, sebagain besar merupakan rangka baja yang memiliki kualitas nomor wahid dan dibuktikan dari hasil uji lab. Kemudian terhadap suhu panas dan dingin tingkat muai dan kelembabannya sudah dilakukan, di mana hasil suhu rata-rata di Indonesia yang beriklim tropis tak memiliki pengaruh, karena sudah dihitung dengan keadaan ambang batas.

Begitu juga dengan korosi (karat) yang tak melekat pada baja ini.

Hanya saja kata dia, dalam penyelesainnya memakan waktu delapan tahun ini dianggarkan melalui sharing budget, Provinsi Riau 70 persen dan Pemkab Siak 30 persen dengan total angaran keseluruhan menelan Rp359 miliar kebih.

‘’Dimulai tahun jamak 2004-2008 dilanjutkan anggran tahunan 2009,’’ kata dia.

Kelebihan lain kata Irving, selain terpanjang saat ini di Riau, juga rancang bangunnya 100 tahun, dengan catatan 50 tahun harus diperbaiki. Pembangunan jembatan ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah Pemprov Riau dengan Pemkab Siak.

Jembatan ini merupakan pembuka sejarah untuk yang ketiga kalinya bagi Pemkab Siak.(muh)