Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

BATAM (RP)- Sejumlah kelompok massa menyisiri sejumlah perusahaan, Jumat (25/11). Mereka minta karyawan di sejumlah perusahaan menghentikan aktivitasnya.

Di PT Panasonic Sincom Batam Centre, sekitar pukul 09.30 puluhan pria berseragam kerja masuk ke perusahaan tersebut. Mereka mengendarai motor dan langsung memaksa para pekerja keluar dari ruang produksi.

Karena takut, ratusan pekerja langsung berhamburan keluar. Terutama pekerja perempuan, yang panik dan menangis histeris.

‘’Mereka mengancam akan membakar pabrik kalau kami tak berhenti bekerja,’’ kata Melia, salah seorang karyawan operator di PT Panasonic Sincom.

Karyawan lain, Indra, mengatakan puluhan pria yang masuk ke kawasan Panasonic Sincom mengenakan seragam kerja berbagai warna. Ada yang biru, oranye dan putih. ‘’Alasan mereka, semua perusahaan libur. Jadi kami diminta ikut libur,’’ kata Indra. Sesaat kemudian polisi datang di lokasi.

Seluruh karyawan di luar area pabrik diminta kembali masuk. Namun akhirnya pihak manajemen Panasonic memulangkan semua karyawan.

Di kawasan Industri Puri 2000 juga terjadi hal sama. Massa bahkan melempari perusahaan dengan batu. Di Kawasan Industri Panbil, massa mendatangi PT Epcos dan PT Phillips.

Mereka merusak pintu kaca kedua perusahaan hingga hancur. Sebelumnya mereka sempat menerobos masuk dan merubuhkan pintu kawasan itu. Satpam mengaku tak mampu menahan massa.

Beruntung polisi segera datang ke lokasi. Massa berhasil dihalau dan langsung bubar. Selanjutnya, pihak manajemen kedua perusahaan asing itu meliburkan karyawan.

Di Kawasan Batamindo Industrial Park, situasi relatif lebih aman. Sejak pagi kawasan ini sudah dijaga sejumlah aparat dari kepolisian dan unsur TNI serta sekuriti kawasan Batamindo.

Aliansi Serikat Pekerja memastikan aksi penyisiran yang dilakukan massa kemarin bukan atas koordinasi aliansi buruh. Sebab, pada Kamis (24/11) seluruh aliansi buruh memutuskan tak ada aksi pada Jumat (25/11) kemarin.

 ‘’Jadi aksi hari ini (kemarin) bukan tanggung jawab aliansi buruh,’’ kata Masmur Siahaan dari SBSI Kota Batam.

Masmur kemudian menunjukkan surat pernyataan yang ditandatangani Syaiful Badri dari SPSI, Suprapto dari SPMI dan Masmur Siahaan mewakili SBSI.

Intinya, ketiga serikat pekerja sepakat tak melanjutkan aksi pada Jumat (25/11). Baik aksi damai maupun penyisiran ke perusahaan. Surat kesepakatan dibuat disaksikan Kabag Bina Mitra Polresta Barelang, Kompol Suyanto. Untuk itu dia minta polisi tegas.

 ‘’Kalau masih ada aksi, jangan cuma dibubarkan. Tapi polisi harus menangkap mereka,’’ katanya.

Dia meyakini, aksi anarkisme demonstran yang terjadi pada Rabu (23/11) dan Kamis (24/11) merupakan ulah para penyusup. Ada pihak-pihak tertentu yang menunggangi aksi demo buruh menuntut penetapan UMK 2012. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kota Batam, Syaiful Badri menyatakan hal senada. ‘’Aksi itu bukan tanggung jawab kami,’’ katanya.  

Koordinator Garda Metal Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) Kota Batam, Suprapto, juga memastikan pelaku penyisiran kemarin bukan anggota SPMI. ‘’Kami sudah sosialisasikan kesepakatan tak ada lagi demo itu ke seluruh anggota melalui masing-masing Korlap,’’ katanya. Ratusan massa juga sempat berkumpul di Jalan Engku Putri Batam Centre, Jumat (25/11) pagi. Namun mereka langsung dihalau aparat.

Tanda-tanda kericuhan sudah terlihat sejak ratusan massa yang menaiki sepeda motor berkumpul dan terpusat di daerah Panbil, Muka Kuning. Mereka sempat masuk ke kawasan Industri Panbil untuk membubarkan pekerja yang nekad beroperasi.

Dari sana massa menuju Batam center dan masuk ke Kawasan Industri Kara untuk membubarkan buruh yang sedang bekerja.

Kawasan Industri Dikosongkan
Hampir seluruh perusahaan di Mukakuning, Sagulung dan Tanjunguncang diliburkan. Para pekerja yang sempat datang pagi kemarin disurah pulang oleh pihak perusahaan. Di PT Nexus, Kabil, banyak karyawan yang diberitahu via SMS.

Untuk mencegah penyusup, pihak perusahaan menutup semua pintu masuk dengan kawat berduri dan dijaga ketat TNI dan polisi. Di kawasan industri Batamindo, lima gerbang utama ditutup rapat pakai kawat berduri.

Puluhan petugas keamanan dan TNI siaga di tiap gerbang. Dalam kawasan industri juga ada patroli khusus.

Di kawasan industri Tunas Batam Center ada satu mobil baracuda milik kepolisian. Gerbang di sejumlah kawasan industri di Batam juga ditutup dan dijaga ketat seperti kawasan Citra Buana Batam Center, Kawasan Executive Industrial Park, Puri Industrial Park dan Kawasan Kara Industrial Park. Di Sekupang, pabrik-pabrik juga meliburkan karyawannya.

Aksi massa dihentikan Satbrimob Polda Kepri. Aparat menangkap empat orang yang mengajak karyawan ikut demo di Kawasan Industri Panbil. ‘’Kami tak masalah mereka unjuk rasa asal damai. Tapi kalau rusuh akan kami tertibkan,’’ kata Kasat Brimob Polda Kepri Kombes Pol Waris Agono.

Kapolsekta Sekupang, Kompol Hanny Hidayat mengatakan, kondisi di wilayahnya aman-aman saja. ‘’Saya memerintahkan seluruh anggota tetap siaga,’’ ujarnya.

Tetapkan Dua Tersangka
Kepolisian Berelang menetapkan dua tersangka, Aman (28) dan Asardi (32) dalam kasus demonstrasi yang berujung rusuh dan merusak sejumlah pos Polantas Batam. Keduanya diperiksa sejak Kamis (24/11) dan kemarin langsung ditahan.

Aman bekerja serabutan. Sedang Asardi pekerja yang tergabung dalam aliansi buruh. Mereka ditetapkan tersangka karena terbukti ikut merusak dalam unjuk rasa buruh. Aman terbukti merusak kantor polisi Sagulung. Sedang Asardi terbukti ikut melempar batu ke aparat serta kantor Pemko Batam.

Bambang Yulianto, kuasa hukum yang ditunjuk aliansi buruh menegaskan keduanya melempar kaca dan merusak. Namun bukan penggerak.

‘’Memang jabatan dia apa? Apalagi sampai bisa menghasut ribuan massa, itu sangat jauh dan tak mungkin,’’ ujar Bambang.

Aman dan Asardi, kata Bambang, akan diusahakan dimintakan ke penyidik untuk ditangguhkan penahanannya. ‘’Pengurus aliansi buruh pun bersedia jadi penjamin,’’ katanya.

Pjs Kapolresta Barelang, AKBP Yohannes Widodo mengatakan, proses penetapan sudah berdasar hasil pemeriksaan penyidik serta alat bukti. ‘’Kedua orang ini juga masih akan kita dalami seberapa jauh keterlibatannya,’’ kata Yohannes.

17 Diamankan
Aparat juga mengamankan 17 orang dalam aksi demonstrasi di sejumlah titik di Batam, Jumat (25/11). Namun banyak dari mereka yang mengaku tak tahu apa-apa.

Johan Wasis, pria asal Jember, Jawa Timur, mengaku kaget ketika diangkut ke dalam mobil. Apalagi, aparat berkali-kali memukulinya di kepala dan kaki. Johan ditangkap saat melintas di depan PT Panasonic Sincom Batam Centre, kemarin. ‘’Karena banyak aparat dan karyawan berlarian, saya berhenti dan mengambil gambar. Tiba-tiba saya ditangkap,’’ kata Johan.

Johan mengaku hendak mengantar surat pemberitahuan ke Polsek Batam Kota terkait rencana kegiatan di panti asuhan tempatnya bekerja, Miftakhul Ulum.

Zulkifli, yang mengaku bekerja di PT Galangan Mercusuar, Tanjunguncang juga mengaku hanya ingin melihat saudaranya di PT Panasonic Sincom setelah mendengar ada kerusuhan di perusahaan itu. ‘’Saya tak ikut demo, juga tak memprovokasi massa. Kok saya ditangkap juga,’’ keluhnya.

Adiron, salah seorang karyawan PT Nan Indah mengaku ditangkap saat ikut berkumpul dengan rekan-rekannya di Jalan Engku Putri Batam Centre, Jumat (25/11) siang. Dia mengaku hanya ikut-ikutan demo. ‘’Sebenarnya saya sudah mau pulang, tapi keburu ditangkap, katanya.

Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Moch Soleh, mengatakan orang yang diamankan statusnya sebagai saksi. Jika tak terbukti bersalah, mereka pasti akan segera dilepas. ‘’Hanya untuk dimintai keterangan,’’ katanya.

25 Pendemo Dipulangkan
Total selama dua hari, Polresta Barelang mengamankan 27 orang. Mereka ditahan di beberapa titik seperti Sagulung dan Batam Kota. Di hari kedua, polisi menangkap 10 orang, sisanya 17 kemarin.

Dari 27 yang diamankan, Pjs Kapolresta Barelang Yohannes Widodo, mengatakan dua sudah ditetapkan tersangka. Sedang yang 25 orang dipulangkan tadi malam. ‘’Yang saya dengar 25 orang akan dipulangkan hari ini. Tapi biar lebih jelasnya tanya Kasatreskrimnya,’’ ujarnya.

Kuasa hukum 25 orang, Bambang Yulianto menegaskan, sudah berkoordinasi dengan Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol Yos Guntur. Hasilnya mereka sepakat akan segera melepas 25 orang itu dengan syarat harus ada penjamin baik itu aliansi buruh maupun kuasa hukum sendiri.

25 orang yang diamankan ini ditegaskan Bambang, datang berunjuk rasa di Pemko bukan karena suruhan atau titipan seseorang. ‘’Mereka murni datang karena rasa solidaritas sesama pekerja,’’ ujarnya.

Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol Yos Guntur mengatakan, tadi malam ke-25 orang itu akan dilepas, menunggu proses kelengkapan berkas dan penentuan penjamin.(gas/par/cr15/eja/cr16/cr12/jpnn)