Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

JAKARTA (RP) - Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kini mencapai 4,7 juta jadi masalah utama program reformasi birokrasi di bidang SDM aparatur. Itu sebabnya dalam sepuluh tahun ke depan harus dapat tercipta jumlah pegawai yang ideal.

‘’Dengan konsep zero growth (tak ada pertumbuhan) berarti dalam sepuluh tahun ke depan akan ada 1,25 juta sampai 1,3 juta pegawai yang pensiun,’’ ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Azwar Abubakar dalam keterangan persnya, Ahad (4/12).

Jumlah pegawai yang pensiun ini, lanjutnya, harus digantikan dengan pegawai yang benar-benar memiliki kemampuan. Bukan itu saja, idealnya, jumlah PNS itu berkurang hingga sekitar 40 persen dalam 10 tahun ke depan. Karena itu, PNS yang akan diterima maksimal 80 ribu per tahun.

Untuk mengatasi kebutuhan tenaga ahli, ke depan akan diperbanyak tenaga kontrak atau outsourcing, sehingga birokrasi pemerintah jadi ramping, tapi padat berisi. ‘’PNS mestinya diisi lulusan terbaik. Sangat tak masuk akal ketika PNS disamakan dengan lapangan kerja, yang digunakan untuk menampung pengangguran,’’ ujarnya.

Diakuinya, tak mudah mewujudkan konsep itu dalam waktu tiga tahun. Langkah-langkah itu akan dihadapkan pada berbagai kendala, termasuk banyaknya penolakan dari kalangan internal birokrasi itu sendiri.

Agar sejalan dengan kebijakan penghentian sementara (moratorium) CPNS, harus ada penghitungan jumlah pegawai, khususnya di daerah dipercepat.

‘’Kalau dengan kemampuan tenaga analis jabatan yang ada kini, Kementerian PAN-RB cenderung menunggu analisis jabatan dan analisis beban kerja yang disodorkan daerah,’’ terangnya.(esy/jpnn)