Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

 
 

Jembatan Siak Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah Layak Pakai

PEKANBARU: Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau, SF Hariyanto, mengatakan Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Siak III sudah pakai. Untuk itu SF Hariyanto mengharapkan agar masyarakat tak perlu kuatir menggunakan fasilitas jembatan yang dibangun sejak tahun 2001 lalu.

"Sebelum kejadian runtuhnya jembatan Kukar di Kalimantan, kita bersama tim pusat sudah melakukan pengujian kelayakan jembatan pada tanggal 20 September lalu," katanya Sabtu (3/12) usai peresmian. Dalam uji kelayakan itu katanya juga dilakukan pengujian tes beban." Kita telah lakukan pengujian beban seberat 100 ton, alhamdulillah tak ada masalah,"ujarnya.

Ketika ditanyakan berapa tahun umur jembatan Siak III, SF Hariyanto mengatakan ketahanan suatu jembatan tak bisa diprediksi berapa tahun. Tahannya jembatan tergantung perawatan." Kalau ingin tahan lama, perawatan yang dilakukan juga harus maksimal,"urainya.

Pustaka Soeman Hs - Pustaka Riau Termegah

Pustaka Wilayah Riau atau dulunya juga dikenal dengan pustaka Soeman HS (mungkin sekarang juga masih itu namanya).

 Nampaknya di Riau ini ada trend memberi nama suatu lembaga dengan nama pahlawan atau nama orang legendaris. Seperti nama pustaka ini, Soeman Hasibuan (HS) adalah seorang sastrawan legendaris dari Riau.

Tak hanya pustaka wilayah, Anjungan Seni Idrus Tintin (nama seniman Riau), UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Jembatan Siak yang bernama Sultanah Latifah (semua dari nama pahlawan). 

Dirut Kunjungi Perpustakaan Daerah di Pekanbaru

Pekanbaru 6/3/09, Dirut Jasa Raharja Diding S. Anwar ketika berada di Pekanbaru Jum’at (6/3)  menyempatkan diri berkunjung ke Perpustakaan Daerah di Pekanbaru yang merupakan perpustakaan terbesar dan termegah di Riau didampingi Kacab Riau H.Lukman Hakim dan beberapa pejabat serta staf dari Cabang Riau.

Dirut terlihat sangat terkesan ketika masuk kedalam Perpustakaan Daerah yang sarat dengan fasilitas umum tersebut, dari banyak buku yang terpampang di perpustakaan Daerah ini Dirut sempat membaca buku-buku tentang asuransi dan beberapa buku lainnya.

PERPUSTAKAAN DAERAH RIAU MENUJU PUSAT KEBUDAYAAN MELAYU SE-ASIA TENGGARA

oleh : Rika Evilyn

Lahirnya UU no. 25 tahun 1999 tentang otonomi daerah, Keputusan Menteri dalam negeri dan otonomi daerah no. 50 tahun 2000 dan Peraturan Daerah Provinsi Riau no. 28 tahun 2001 menjadikan kedudukan perpustakaan sebagai perangkat daerah yang diserahi wewenang, tugas dan tanggung jawab menunjang penyelenggaraan otonomi daerah. Dengan itu, perpustakaan mengadopsi visi 2020 Provinsi Riau yaitu terwujudnya Provinsi Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan batin di Asia Tenggara tahun 2020. Maka perpustakaan pun memiliki visi: “Terwujudnya BPA (Badan Perpustakaan dan Arsip) Provinsi Riau yang profesional dalam pengelolaan perpustakaan dan arsip sebagai sumber pengetahuan dan informasi untuk menunjang visi Riau tahun 2020.

Perpustakaan Daerah Soeman HS Pekanbaru tingkatkan layanan

Perpustakaan Daerah Soeman HS di Jalan Sudirman Pekanbaru semakin meningkatkan kualitas pelayanannya bagi para pengunjung, salah satunya dengan menyediakan layanan internet gratis. Sejak diresmikan pada 2009 lalu, hingga kini perpustakaan tersebut sudah melayani kurang lebih 88.000 pengunjung.

PADANG--Prihatin melihat kondisi perpustakaan yang tidak memadai, sastrawan dan penulis remaja mendeklarasikan "Komunitas Padang Membaca" di Sanggar Pelangi, Lapai, Padang, Sabtu (23/4/2011).

Dari kalangan sastrawan hadir penyair Rusli Marzuki Saria dan Wannofri Samry, serta cerpenis Yusrizal KW. Sedangkan penulis remaja mayoritas dari Sanggar Pelangi, sanggar menulis asuhan Yusrizal KW.

Deklarasi Komunitas Padang Membaca bertepatan dengan peringatan Hari Buku Internasional 23 April.Penggagas Komunitas Padang Membaca, Yusrizal KW mengatakan, komunitas tersebut dibentuk terkait berkurangnya ketersediaan buku bacaan di Kota Padang. Apalagi pasca gempa 30 September 2009 yang menghancurkan bangunan Perpustakaan Daerah Sumatera Barat. 

Link Banner

 
 

Our partner